You are here : Home News News Desain Kantor, Tata Warna Bangkitkan Semangat Kerja

Desain Kantor, Tata Warna Bangkitkan Semangat Kerja

Apa konsep utama dari desain kantor? Tentu semua orang setuju yakni kenyamanan. Alasannya kenyamanan dapat menjaga kesehatan dan memotivasi produktivitas kerja. Itulah kata kunci desain kantor seperti diungkapkan Managing Director Samitra Gantari Prawara, Abrahamsyah. Kantor ibarat sebuah rumah yang kita tinggali dan huni bersama dengan keluarga tercinta.

Kita bisa mendapatkan kehangatan sebuah keluarga tidak hanya di rumah, namun di kantor. Mengapa? Karena kantor ibarat rumah kedua bagi sebagian orang. Mereka inilah yang menghabiskan sebagian waktunya di kantor. Karena ibarat sebuah rumah, tentu kantor juga harus diperhatikan kebersihan dan keselamatan para pegawainya. Kebersihan merupakan salah satu kunci kesehatan. Apabila tempat kerja kita bersih, maka para pegawai termasuk kita akan selalu terjaga kesehatannya. Dengan demikian, akan terasa nyaman dan tentunya harapannya produktivitas yang meningkat. Lalu bagaimana mewujudkan kantor yang sehat dan bersih itu? Kantor dapat dikatakan bersih apabila kebersihannya selalu dijaga. “Menurut saya, yang utama dari kenyamaman adalah memperhatikan orang lalu lang, sehingga tempat kerja menjadi rilek.

Karyawan yang kerja dari pagi-sore harus nyaman dan produktif. Ada pencahayaan yang cukup dan tata letak yang harus dipikirkan,” kata Abrahamsyah. Dalam mendesain ruang perkantoran, biasanya klien minta fungsional. Biasanya dengan ruang yang ada seperti diketahui mereka mengeluarkan biaya mahal untuk sewa ruang di gedung perkantoran. Ruang yang ada bisa untuk sebanyak mungkin karyawan tapi nyaman.

Selain itu, ada mood kerja yang harus didukung membangkitkan semangat, biasanya dengan warna ruang atau dinding. “Yang netral putih krem , ada juga warna biru, kisaran biru agak tua tapi tidak terlalu muda karena mengesankan terlalu santai. Selain itu bisa juga warna hijau untuk membangkitkan semangat,” kata Chief Design Officer Samitra Gantari Prawara Inda Rakhmani. Menurut Arsitek Lulusan Universitas Indonesia itu, warna sangat mendukung mood pekerjaan, santai, suasana kantor, membangkitkan ide, dan dengan menggunakan warna hijau bisa lebih fresh.

Warna krem standar dan jangan sampai monoton. Inda lebih suka pencahayaan dari luar atau jendela kaca yang dibuka gordijnnya saat siang, karena rata-rata ruang perkantoran menggunakan AC dan akan tetap sejuk. Secara teoritis ruang yang dibutuhkan per karyawan adalah 6 m2. Cuma sekali lagi soal bayar sewa ruang tak murah. Jadi bagaimana mensiasati ruang yang ada? Misalnya dengan duduk berjejer merasa tak sempit, tak terkungkung dan tetap nyaman.

Soal gaya atau tata desain, memang tergantung permintaan klien atau mengajukan inspirasi dengan mengemukakan apa yang diinginkan. “Punya ruang seluas ini, punya sekian karyawan, suka seperti ruang ini di sini, kami campur ide dan ajukan ke mereka, paling tidak dua atau tiga alternatif, kalau satu tak ada pembanding. Termasuk tema, warna furnitur, rata-rata suka yang simple minimalis karena lebih mudah kerapihan dan kebersihannya,” kata Inda. Ruang direksi lebih spesifik lagi. Tapi senada dengan ruang karyawan lain, hanya lebih elegan. “Yang pasti ada permainan warna atau motif untuk membedakan dengan karyawan.” Ada perhitungan fengshui? “Tergantung permintaan klien.” “Secara tidak langsung fengshui dengan desain arsitektur bisa masuk dan cocok. Tata ruang kelihatan bagus, harmonis, memang nyambung. Misalnya ada yang tak mau di depan pintu.

Memang secara logika tidak bagus. Jadi secara tak langsung, tanpa diminta, fengshui diterapkan,” papar Abrahamsyah. Banyak hal harus diperhitungkan dalam ruang seperti orang dan gerakan hilir mudiknya, jumlah manusia diperhitungkan. Tak mugkin untuk 20 orang ruang seluas 4 m2, misalnya. Kebutuhan untuk seorang karyawan ada meja, kursi, lemari file, buat kursi mundur, computer, belum lagi bila mereka ingin menambahkan poster, logo perusahaan atau lukisan agar lebih nyaman.

Desain ruang kantor tak hanya untuk ruang kerja karyawan dan ruang kerja bos. Lobi perlu ditata, ruang untuk makan seperti pantry juga perlu dengan “memainkan” warna agar fresh, untuk ngobrol sesaat, jadi tidak kaku. Memang saat ini untuk desain kantor, banyak orang yang lebih suka gaya modern untuk mendukung aktivitas kerja mereka. Tapi yang terpenting daeri semuanya, aspek kenyamanan harus menjadi prioritas. (tw)

Sumber : bisnis.com